Tampilkan postingan dengan label tausiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tausiah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 April 2012

Surat Untuk Teman, Sahabat Dan Kekasih

. Kamis, 26 April 2012
2 komentar

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Teman, sobat dan kekasihku…

Ingatkah engkau ketika pertama kali aku mengenalmu…?! Aku mengenalmu dan mencintaimu karena alasan itu, dan karena alasan itu pula aku bertahan dan bersabar terhadapmu. kini aku tak meliat lagi alasan itu ada padamu, entah karena engkau berubah atau aku yang tidak terlalu mengenalmu lebih dalam, jadi maafkan aku jika cintaku sedikit demi sedikit sirna dari lubuk hatiku untukmu, maafkan aku jika aku sudah tidak bisa bertahan dan bersabar akan dirimu, bukannya sombong tapi aku hanya ingin orang-orang yang berada di dekatku selalu memegang teguh dan menjunjung tinggi alasan itu karena dengan begitu aku akan merasa aman dengan dunia dan akhiratku dan itulah apa yang disarankan para ulama’ terhadap orang yang ingin slalu istiqomah agar mereka selalu bergaul dengan orang-orang yang menjunjung tinggi alasan itu, jadi maafkan aku…

Teman, sobat, dan kekasihku…

tahukah engkau apa alasan itu ? Alasan itu tak lain dan tak bukan adalah agamamu (islam) yang merupakan kemuliaanmu, akhlakmu, dan darah dagingmu jika agama itu hilang pada dirimu hilang pulalah cintaku terhadap dirimu. Seseorang ulama’ salaf (terdahulu) pernah berkata : “ Aku mencintaimu karena AGAMA yang ada padamu jika kau hilangkan AGAMA pada dirimu maka hilanglah cintaku padamu “.  

Aku hanya ingin kita semua termasuk orang-orang yang Allah anggap perkataan mereka adalah perkataan yang paling baik karena mereka menyeru kepada Allah, beramal sholeh dan berkata (berikrar) sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim (orang-orang yang berserah diri), Allah berfirman dalam surat Al Fusilat ayat 33:

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?" 

Sungguh untuk menunjukkan kita seorang muslim bukanlah melalui perkataan saja tapi juga melalui aplikasi dan bentuk nyata dalam perbuatan karena seseorang bisa saja berkata bahwa ia seorang mukmin dan muslim namun perbuatannya jauh bahkan tidak mencerminkan perbuatan atau akhlak seorang mukmin dan muslim. Jika kenyataannya demikian maka anda muslim dengan perkataan anda, anda muslim dengan pakaian anda, anda muslim dengan jenggot anda wahai akhy, dan anda muslim dengan jilbab anda wahai ukhty dan anda muslim dengan menjaga kemuliaan anda wahai akhy dan ukhty. 

Itulah yang Allah ingin dari kita, Allah ingin kita beramal bukan hanya berkata tidakkah enkau mendengar firman Allah dalam sur at As Sajadah ayat 17 yang berbunyi :

 فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

 “Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan”. 

Dengan surat ini aku mengajak engkau agar kita bersama-sama menjunjung tinggi agama itu serta menjaganya karena ia adalah darah daging kita, tonggak penentu dimana tempat tinggal kita di akhirat nantinya apakah itu syurga atau neraka, semoga Allah manjadikan kita termasuk hamba-hambaNya yang selalu istiqomah dijalanNya…Amin ya Rabbal Alamin.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Rabu, 14 Maret 2012

Wahai Muslimah, Untuk Apa Berjilbab

. Rabu, 14 Maret 2012
2 komentar

Sesuatu yang tersampul atau terbungkus rapi memang memberi nilai plus dalam

pandangan setiap orang itu terbukti ketika mereka hendak memberikan hadiah kepada orang yang dicinta pasti mereka akan membungkus hadiah itu dengan rapi agar telihat indah dan menarik, begitu juga dengan orang yg hendak mebeli buku atau barang lainnya tentu ia akan memilih buku yang masi terbungkus atau barang yg masih tersegel rapi dan ia enggan memilih sampel yang dipajang oleh si pemilik karena tentunya sampel itu sudah dipegang-pegang dan di otak atik oleh sekian orang yang hendak membeli barang tsb.

Maka begitulah Allah dalam menghargai wanita, Allah perintahkan mereka untuk menutup aurat agar mereka terlihat rapi dan sopan serta tidak menjadi sumber fitnah bagi kaum laki-laki seperti wanita-wanita yang mengobral auratnya. Maka tidakkah kalian mau wahai ukhti Allah perlakukan sperti itu…karena sungguh hati orang2 yg beriman akan selalu condong pada mereka yang senantiasa menutup auratnya untuk mereka jadikan pasangan hidupnya, sedangkan orang2 yang hatinya rusak mereka akan mencari sebaliknya bukan untuk mereka nikahi tapi untuk mereka coba layaknya mencoba dan mengotak-atik sampel barang di sebuah toko jika sudah merasa tak cocok maka barang itupun akan ditinggalnya.
  
Maka dari itu wahai saudariku perbaikilah niatmu dalam memakai jilbab jadikan ia semata-mata untuk Allah sebagai rasa syukurmu terhadapNya atas rahmatNya sehingga ia menghargaimu sebagai seorang wanita, dan janganlah engkau berfikir seperti fikirannya orang2 kafir yang menganggap bahwa tubuh mereka adalah milik mereka sendiri dan mereka berhak melakukan apapun terhadap tubuh mereka sendiri, tapi ingatlah bahwa islam itu memiliki hukum termasuk hukum pakaian-pakaian seorang muslimah, pandangannya dan cara bicaranya, maka barang siapa yang ridho karena Allah dengan menjadi seorang muslimah serta ta’at kepada Nabi Muhammad hendaknya ia berkata terhadap smua perintah Allah “ sami’na wa ‘atho’na “ kami dengarkan dan kami taati.

 Allah berfirman : “ dan tidaklah patut bagi laki-laki yang beriman dan perempuan yang beriman apabila Allah dan Rosulnya telah menetapkan sebuah ketetapan akan ada bagi mereka pilihan ( yang lain) tentang urusan mereka dan barang siapa yang mendurhakai Allah maka ia telah sesat dengan kesesatan yang nyata…”. QS Al Ahzab : 36 

Sekali lagi wahai saudariku niatkanlah ia semata-mata karena Allah bukan karena yang lainnya…dan disini ada beberapa alasan yang kadang mendasari seorang muslimah untuk memakai jilbab (kerudung)

karena mode ; 

Memakai jilbab yang “gaul” sudah menjadi tren saat ini sehingga banyak dari kaum hawa yang tertarik memakai jilbab model seperti ini dan jika ditanya mengapa memakai jilbab (kerudung) ? loh inikan gaul, ini tren saat ini…jawabnya !.
  
Ikut-ikutan artis ; 

Alhamdulillah sudah ada beberapa artis yang mulai memakai jilbab walaupun itu sebatas jilbab yang “gaul” kata orang , tp sangat disayangkan banyak dari kaum muslimah yang memakai kerudung hanya sekedar ikut-ikutan artis dan bukan karena Allah, mungkin karena dia nge-fans dengan artis itu atau hanya ingin terlihat cantik dengan memakai jilbab seperti para artis. 

Karena sekolah mewajibkan berjilbab ; 

memakai jilbab di sekolah sangatlah bagus namun yang menyedihkan ketika liburan tiba atau jam sekolah sudah berakhir tak sedikit dari para siswi yang melepas jilbabnya dan setelah diselidiki ternyata mereka memakai jilbab karena sekolah mewajibkan untuk seperti itu, walaupun tidak sedikit dari mereka yang ikhlas karena Allah. pesantren dan madrasah-madrasah aliah adalah contoh dari sekolah-sekolah yang mewajibkan jilbab.
  
Karena pacar ; 

Karena pacar bisa dikatakan beragama maka sang wanitapun harus menyesuaikan sehingga yang tadinya tidak berjilbab kini dengan rajinnya memakai jilbab, namun ketika putus dengan sang kekasih iapun kembali ke “tabi’at” asalnya (tidak berjilbab). Ini adalah kenyataan yang pahit yang kerap kita temui di masyarakat kita saat ini. 

Karena tuntutan pekerjaan ; 

Seperti bekerja di bank-bank syari’ah misalnya, syukur Alhamdulillah klo bisa konsisten.
  
Karena suami ; 

Suami memerintah istrinya untuk mengenakan jilbab mau tidak mau sang istri harus patuh terhadap perintah suami walaupun sedikit terpaksa. 

Itulah beberapa alasan yang kadang mendasari seorang wanita untuk memakai jilbab dan sebaik-baiknya mereka adalah orang yang ikhlas dalam memakainya karena Allah, para Ulama menyebutkan 2 (dua) syarat diterimanya amalan seorang hamba yang semuanya tersimpulkan atau terambil dari 2 kalimat syahadat yang berbunyi “ Asyhadu Alla Ilaaha Illallaah, Muhammadan Rosulullaah” yaitu ; Ikhlas, yang terambil dari syahadat yang pertama yaitu syahadat kapada Allah, Rosulullah Shollallahu Alaihi Wasallam juga bersabda dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Umar bin Khattab :
  
 إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ ، وَإِنَّمَا لكل اِمْرِئٍ مَا نَوَى
  
Artinya : "Sesungguhnya setiap amalan tergantung niatnya. dan setiap orang akan mendapatkan apa yang diniatkan." (HR Muslim dan Abu Daud) 

kemudian yang kedua ; sesuai dengan ajaran Rosul bukan mengada-ada dalam permasalahan agama seperti apa yang dilakukan oleh para Ahlu bid’ah, syarat yang ke dua ini terambil dari syahadat yang ke dua yaitu syahadat kepada Nabi, Rosulullah juga bersabda : “ barangsiapa yang mengerjakan sebuah amalan yang tidak berdasarkan ajaran kami maka amalannya tertolak “. 

Semoga Allah senantiasa menjadikan kita termasuk orang-orang yang senantiasa ikhlas dalam melaksanakan semua perintahNya dan menjadikan kita senantiasa istiqomah dalam ajaran NabiNya….

Klik disini untuk melanjutkan »»

Senin, 07 November 2011

Mengambil Pelajaran Dari Kisah Nabi Ibrohim

. Senin, 07 November 2011
0 komentar

Jika kemarin pada hari ‘Arafah kita selalu teringat wasiat-wasiat terakhir Nabi shollallahu ‘Alaihi wassalam pada hari

yg sama di hajjinya yang terakhir, nasehat yang begitu indah dan sangat padat mencangkup semua ajaran islam yg merupakan rohmatun lil’alamin, pada hari itu juga turunlah ayat Allah yang begitu mulia yang termasuk ayat yang terakhir turun kepada Rosulullah

" اليوم يئس الذين كفروا عن دينكم فلا تخشوهم و اخشون, اليوم أكملت لكم دينكم و أتممت عليكم نعمتي و رضيت لكم الإسلام دينا "

“ pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.“ QS. Al Maidah, Ayat : 3.

Dan sekarang di tgl 10 dzul hijjah disaat semua orang sedang menunaikan sholat ‘Iedul Adha kita teringat dengan sejarah yang ditulis oleh para sejarawan dengan tinta emas, yang diabadikan oleh Allah dalam Al Qur’anNya yang akan dibaca hingga hari kiamat kelak, sudah seharusnya kita mengambil ibrah, contoh dan pelajaran dari kisah itu untuk menguatkan iman kita sebagai seorang mukmin kepada Allah Subhana Wata’ala.

# Kisah ayah kita Ibrahim, ketika beliau menghancurkan patung-patung orang kafir waktu itu sehingga membuat mereka marah dan berkata “ bunuhlah dia dan tolonglah tuhan-tuhan kalian” merekapun hendak membakar Ibrohim, sedangkan Ibrohim tidak memiliki daya apa-apa kecuali menyerahkan segala urusannya kepada pemilik Alam semesta seraya berkata : " حسبي الله و نعم الوكيل " - ia yakin kepada Allah bahwa Allahlah yg maha sanggup atas sesuatu, kehendak Alah diatas segalanya maka Allahpun menolongnya dengan menjadikan api itu dingin dan tidak berdampak buruk pada ibrohim Allah berfirman :

" يا نار كوني بردا و سلاما على إبراهيم "

– Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim – QS. Al Anbiya’, Ayat : 69.

Seandainya Allah hanya berkata “ wahai api menjadi dinginlah “ mungkin nabi Ibrohim akan mati beku dalam api itu, namun Allah berkehendak lain, Allah ingin menjadikan kejadian itu sebagai tanda kekuasaanNya dengan menyelamatkan Ibrohim dan menunjukkan bahwa tipu daya mereka sangatlah lemah.

# Siti Hajar Alaihassalam, ketika Nabi Ibrohim meninggalkannya dan anaknya Ismail Alaihissalam yang masih menyusui waktu itu di sebuah lembah yang kering dan tak berpenghuni yang dia sendiri tidak tahu apa alasan Nabi Ibrohim meninggalkan mereka berdua disana, iapun bertanya kepada Nabi Ibrohim : “ kepada siapa kamu titipkan kami disini ?” namun Nabi ibrohim ‘Alaihissalam tidak menjawab, sampai tiga kali siti Hajar menanyakan pertanyaan itu tapi Ibrohim tetap saja tidak menjawab, iapun menarik jubah Nabi Ibrohim dan berkata : “ apakah Allah yang menyuruhmu untuk ini ?!!” Nabi Ibrohimpun menganggukkan kepalanya, “ kalau begitu Allah tidak akan meninggalkan kita (tidak akan menyia-nyiakan kita)!!” lanjut siti Hajar degan yakinnya. Maha suci Allah yang telah memberikan siti Hajar keyakinan yang begitu kuat terhadap Allah, Dzat yang menciptakan semua apa yang di langit dan dibumi, yang membuatnya ridho dengan ketentuan Allah tanpa mengeluh sedikitpun.

Setelah meninggalkan mereka berdua disana dan hendak pulang Nabi ibrohimpun mengangkat tangannya dan berdoa kepada Allah sebagaimana yang diceritakan dalam Al Qur’an surat Ibrohim, Ayat : 37 yang artinya : “ Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur “.

Sungguh Nabi Ibrohim mempunyai keyakinan yang sama dengan apa yang diyakini istrinya sehingga beliau berani meninggalkan mereka berdua disana, karena ia tahu bahwa ini bukanlah perintah sembarangan tapi perintah Tuhan semesta Alam yang maha pengasih lagi maha penyayang terhadap hamba-hambanya.


Allah lalu mengabulkan doa Nabi Ibrohim sehingga tempat itu didatangi oleh manusia yang kemudian tinggal dan menetap disana serta menjadikan tempat itu selalu dikunjungi manusia tiap tahunnya dari berbagai penjuru dunia untuk melaksanakan haji dan menjadikannya makmur sampai sekarang.

Setelah ditinggal Nabi Ibrohim, bekal yang hanya cukup untuk beberapa hari itupun habis, air susu menjadi kering dan Nabi ismail tidak berhenti menangis kelaparan dan kehausan, status siti Hajar yang sebagai istri seorang Nabi tidak membuatnya diam begitu saja menunggu makanan dan minuman turun dari langit , akan tetapi ia merusaha mencari, bolak-balik dari bukit Shofa dan Marwa sampai tujuh kali barulah ia mendapatkan mata air yang mengalir di bawah kaki Nabi Ismail yang tidak aka pernah berhenti mengalir sampai hari kiamat kelak itulah air Zamzam.

# tak sampai disana ujian untuk keluarga ini, setelah lama menunggu seorang buah hati Nabi Ibrohim dikaruniai seorang anak laki-laki yaitu ismail ketika ia sudah lanjut usia, baru saja anak itu lahir dia harus meninggalkannya disebuah lembah yang kering dan tak berpenghuni bersama ibunya, setelah ia tumbuh besar kembali ia harus berpisah dengan buah hatinya itu kali ini mungkin untuk yang terakhir kalinya, ia bermimpi menyembelih anaknya, sebagaimana yang kita tahu bahwa mimpi para Nabi adalah wahyu. Sungguh ini sangat berat bagi Nabi Ibrohim, bagaimana mungkin seorang ayah menyembelih anaknya apalagi anak itu lahir ketika ia sudah lanjut usia, walaupun anak itu adalah seorang yang gila atau bahkan cacat sekalipun seorang ayah tidak akan tega membunuhnya.

Namun dengan keyakinan yang kuat dan ridho terhadap ketentuan Allah maka iapun melaksanakan perintah itu dengan ikhlas, namun sebelumnya ia tidak mau mendapatkan pahala sendiri ia mau berbagi pahala dengan anaknya Ismail, iapun menanyakan pendapat Ismail tentang hal itu, dengan tegasnya Ismail menjawab pertanyaan ayahnya :

“ wahai ayah lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu, kamu akan mendapatiku insya Allah termasuk orang-orang yang bersabar..”

sungguh sama sekali ia tidak menyombongkan diri dan berkata : wahai ayah lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu, kamu akan mendapati aku kuat atau kebal “ sama sekali tidak tapi ia mendahulukan kehendak Allah diatas segalanya dengan mengucapkan “insya Allah” karena sungguh tidak ada daya dan upaya kecuali dari Allah.Ketika pedang sudah di leher Ismail Allahpun menggantinya dengan hewan Qurban yang besar sungguh Allah maha pemurah lagi maha bijaksana.


Allahu Akbar….Allahu Akbar…Allahu Akbar…Laailaha Illallah Wallahu Akbar…Allahu Akbar Walillahilhamd…..

Itulah cerita yang erat hubungannya dengan hari raya ‘Iedul Adha cerita yang selalu menggetarkan hati orang-orang yang beriman bagaimana tidak, jika dibandingkan dengan mereka sungguh keimanan dan keyakinan kita tidak ada apa-apanya, dan hendaknya kita sebagai seorang muslim bisa mengambil pelajaran dari kisah diatas bagaimana beliau dan keluarganya memiliki iman dan keyakinan begitu kuat kepada Allah dan selalu ridho serta sabar terhadap apa yang telah ditentukan oleh Allah. Semoga bermanfaat.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Minggu, 02 Oktober 2011

Tinggalkan Ia Dan Cintanya

. Minggu, 02 Oktober 2011
2 komentar

Sudah menjadi fitrah manusia untuk mencinta dan dicintai, semua orang butuh akan cinta karena tanpa cinta hidup ini tak lebih dari keledai yg terbaring di padang pasir, ibarat batu karang di lautan dan ibarat bunga di tepi jurang. Cinta membuat segalanya menjadi indah, memberi warna dalam hidup, melukis senyuman pada wajah, cinta membuat setiap detak jantung menjadi sangat berarti. Itulah cinta namun, cinta juga memiliki aturan main yang harus dijalankan jika ingin selamat dunia dan akhirat…

Cinta dan mencintai pada hakikatnya adalah boleh-boleh saja bahkan sangat dianjurkan untuk saling mencintai sesama muslim namun, ada cinta yang begitu spcial dan sangat sensitive, ia ibarat api berwujud embun dipagi hari dan bagi siapa saja yang tidak waspada terhadapnya maka ia akan terbakar yaitu cinta terhadap wanita yang merupakan perhiasan dunia dan fitnah terbesar bagi kaum lelaki. Rosulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda dlm hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari (5096) dan Muslim (2740):

ما تركت بعدي فتنة أضرّ على الرجال من النساء

" tidaklah aku tinggalkan sebuah fitnah yg sangat berbahaya bagi kaum lelaki melainkan fitnah wanita ".

Cinta yang semacam ini mempunyai batasan yang sudah banyak disebutkan dalam Al Qur’an dan As Sunnah contohnya : saling menundukkan pandangan, tidak berkhalwat dalam satu ruangan jika si wanita tidak ditemani oleh mahromnya dan haram bagi keduanya untuk saling bersentuhan namun, semua itu akan menjadi boleh dan halal jika keduanya saling menikah karena pernikahan akan menghlalkan apa-apa yang sebelumnya haram jika dilakukan oleh dua sejoli bahkan hal itu dianggap ibadah yang berbuah pahala sebagaimana jika ia melakukannya kepada yang haram maka akan berbuah dosa...!

Namun terkadang cinta itu datang pada waktu yang kurang tepat -dan inilah salah satu sifat cinta datang tanpa diundang dan pergi tanpa alasan- contohnya saja saat anda tidak siap untuk menikah dan meminangnya karena berbagai alasan sedangkan cinta sudah melebarkan sayapnya  maka tutuplah setiap celah yang bisa digunakan setan untuk menyesatkanmu karena sungguh jika tidak demikian maka siapalah yang sanggup bersabar akan godaan cinta. hari ini bisa jadi lewat FB atau YM saling tegur sapa lambat lawun menuju HP selanjutnya janjian disebuah tempat, ternyata kesan pertama begitu menggoda selanjutnya wal'iyaadzu billaah...., serahkan semuanya pada Allah, tinggalkan ia dan cintanya karena Allah, Karena barang siapa yang bertawakkal pada Allah maka Allah akan mencukupinya Rasulullah juga bersabda

“ من ترك شيئا لله عوّضه الله خيرا منه “

“barang siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik”

Dan bertakwalah kepada Allah karena barang siapa yang bertakwa kepada Allah maka Allah akan memberinya jalan keluar Allah berfirman :

(ومن يتّق الله يجعل له مخرجا)

" barang siapa yang bertakwa kepada Allah maka Allah akan memberinya jalan keluar " QS : At TolaQ, ayat : 2


Jika ia memang jodohmu maka tidak akan ada makhluk di muka bumi ini yang bisa memisahkan kalian walaupun mereka berkumpul dan merencanakan hal itu, dan jika ia memang bukan pilihan Allah untukmu maka tenanglah anda telah meninggalkan ia dan cintanya karena Allah maka niscaya Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik dan itulah janji Allah dan Allah tidak pernah ingkar akan janjinya dan tidak ada seorangpun yang bisa menyatukan kalian jika Allah tidak menghendaki itu. Dan satu hal yang perlu anda ingat bahwa bisa jadi anda menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagi anda dan bisa jadi anda membenci sesuatu padahal itu baik buat anda, Allah berfirman :

( ..و عسى أن تكرهوا شيئا وهو خير لكم و عسى أن تحبّوا شيئا وهو شرّ لكم و الله يعلم و أنتم لا تعلمون ).QS : Al Baqoroh, Ayat : 216.


Allah berfirman :

( الخبيثات للخبيثين و الخبيثون للخبيثات و الطيّبات للطيّبين و الطيبون للطيبات )

walaupun ayat ini turun dalam Haditsatul Ifqi yg menjelaskan bahwa perkataan - perkataan buruk berasal dari orang-orang yang buruk dan perkataan-perkataan baik brasal dari orang yang baik-baik pula namun kaedah tafsir mengatakan bahwa "Al Ibrotu bi Umumillafadz laa Bikhususissabab"

Maka dari itu syeikh As Sa'di berkata dalam menafsirkan ayat ini " semua yg buruk dari laki-laki dan perempuan dan perkataan-perkataan serta perbuatan-perbuatan yang buruk serupa dan layak untuk orang yang buruk begitu juga semua yang baik dari laki-laki dan perempuan dan perkataan-perkataan serta perbuatan-perbuatan yang baik layak, serupa dan selalu bersama orang yang baik. kemudian beliau memberi contoh bahwa Nabi Muhammad adalah laki-laki terbaik di muka bumi ini dan sungguh tidak layak baginya kecuali wanita-wanita yang baik dan tuduhan terhadap Aisyah merupakan tuduhan terhadap Nabi pula dan itulah yang dimaksudkan oleh orang-orang munafik "
 

berbeda masalahnya jika kita sudah benar-benar siap untuk menikah maka tak perlulah kita meninggalkan ia dan cintanya akan tetapi bersegeralah sempurnakan separuh agamamu karena itulah yang dianjurkan islam...tapi ada yang perlu diperhatikan disini yaitu jangan sampai ada hubungan yang tidak perlu jika belum waktunya, sebaiknya mengunakan perantara comlang yang sudah bersuami-istri sehingga tidak ada celah untuk setan berkelit. Karena sekuat-kuat iman seseorang ia belum tentu mampu menahan gejolak cinta. Inilah yang pepatah yang populer di zaman kakek-buyut kita “Sedikit-dikit lama-lama menjadi bukit”. Ya, itulah cara setan menggiring manusia secara perlahan. Akan tetapi pembawa syariat shallallahu ‘alaihi wasallam jauh lebih cerdas dibandingkan setan. Cara ini tidak berlaku jika selalu menggenggam kaidah beragama,

سد الذرائع
“Menutup jalan menuju keburukan”

Maka sudah selayaknya bagi siapa saja yang ingin mendapatkan yang terbaik hendaknya ia bercermin pada dirinya, sudah layakkah dirinya untuk mendapatkan yang baik..?? mari sama-sama memperbaiki diri sehingga mendapat yang baik insya Allah.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Senin, 28 Desember 2009

Cuma Tawakkal.......??!!!

. Senin, 28 Desember 2009
1 komentar

pernah gak sich muncul pertanyaan dalam benak kita...kenapa pada waktu Hijrah Rasulullah Alaihissholatu Wassalam tidak memakai Buraq padahal lebih cepat, praktis dan aman dari gangguan para kafir Quraisy yang hendak membunuhnya, seperti yang beliau lakukan pada hari Isra' dan Mi'raj, kan mudah saja bagi Allah untuk mengirimkan Buraq kepadanya karena beliau adalah seorang Nabi dan Rasul ??!!! hehehe pengen tahu jawabannya ya.....!! yups begini jawabannya :

kita lihat kedudukan Nabi ketika dia hidup, kedudukan beliau adalah sebagai sumber Syariat islam atau lebih tepatnya penyalur Syariat Allah di muka bumi ini, yang menjadi suri tauladan yang mulia bagi seluruh Ummat Islam di Dunia dengan begitu, semua yang bersumber dari beliau baik itu perbuatan, perkataan, dan diamnya beliau terhadap sebuah permasalahan akan menjadi Syariat Islam karena itu dimakan dengan Sunnah beliau.

maka oleh sebab itulah beliau tidak memakai Buraq dan lebih memilih berjalan kaki untuk menempuh jarak yang sangat jauh itu (Makkah-Madinah) agar umatnya bisa meniru apa yang beliau lakukan dan bukan hanya sebatas dikejadian ini saia tapi disemua kegiatan beliau. andai saja beliau memakai mukjizat disetiap kegiatan beliau maka mungkin para sahabat pada waktu itu serta kita juga pada masa sekarang akan beralasan jika ditanya mengapa kamu tidak melakukan sunnah Nabi? " loh beliau kan Nabi punya Mukjizat cukup Angkat Tangan dan memohon sekali saja langsung dikabulkan sedangkan kita hanya manusia biasa tidak bisa melakukan hal itu semua.......!!!" namun yang perlu kita garis bawahi dalam kisah Hijrah ini sebenarnya adalah usaha beliau untuk Hijrah itu sendiri.

tidak kah kalian tahu kalau Rasulullah Shollallahu Alaihi Wasallam telah merancang sebuah rencana yang begitu sempurna untuk Hijrah agar para Musyrikin Quraisy tidak menemukan beliau ?! inilah rencana dan usaha beliau untuk Hijrah :

1. beliau pergi ke rumah Abu Bakar di siang bolong ketika orang-orang sedang istirahat dengan keadaan kepala dan wajah tertutup kain.
2. beliau masuk lewat pintu belakang rumah Abu Bakar dengan mengendap-endap serta bertanya kepada Abu Bakar apakah ada orang di rumah selain dia.
3. memrintahkan Ali bin Abi Thalib untuk tidur ditempat tidurnya, agar para Musyrikin menyangka kalau beliau ada dirumah dan sedang tidur.
4. beliau menyewa seorang Guide untuk menunjuki jalan mereka (Nabi dan Abu Bkar) menuju Madinah karena mereka akan melalui jalan lain yang belum pernah dilewati orang (bukan jalan yang biasanya).
5. mereka bersembunyi tiga hari di dalam gua Hira. kenapa tiga hari ? karena beliau tahu dihari pertama para musyrikin baru menyadari kalau beliau telah pergi hijrah dan mulai mencari, sedangkan dihari ke dua semangat mereka sedang tinggi-tinginya untuk menemukan beliau sehingga dimanapun mereka akan periksa untuk menemukannya sehingga akan sangat bahaya jika masih berkeliaran pada hari itu, adapun hari ketiga mereka sudah mulai putus asa karena belum juga mendapati beliau dan akhirnya di hari ke empat mereka menghentikan pencarian dan hari inilah saat yang tepat untuk melanjutkan perjalanan.

Subhanallah.....!!! benar-benar rencana yang sungguh luar biasa bukan....?! inilah contoh dari Nabi agar kita selalu berusha untuk mendapatkan apapun yang kita mau. tapi apakah usaha saja cukup ???! mari kita simak kelanjutan dari kisah Hijrah beliau!.
walaupun rencana begitu sempurna namun masih ada saja halangan dan cobaan, tahukah kalian kalau orang-orang musyrikin sudah benar-benar berada di depan mulut gua Hira itu sampai-sampai dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Abu Bakar berkata pada Nabi kalau dia telah melihat kepala salah satu dari mereka yang sedang melihat ke arah mereka berdua, coba kalian bayangkan perasaan kalian jika kalian yang berada di dalam gua itu..resah, takut, gelisah, deg-degan, semua bercampur jadi satu seperti itulah yang dirasakan oleh Abu Bakar sehingga dia sering mengeluh kepada Nabi " ya Rasulullah mereka telah melihat kita..!!!" namun apa kata beliau " waha Abu Bakar tenanglah sesungguhnya Allah bersama kita..!!" ya..beliau menyerahkan segala urusannya kepada Allah karena Allah lah yang maha berkehendak.

mengapa demikian...??? padahal mudah saja bagi beliau untuk mengusir para Musyrikin dari depan gua itu yaitu dengan memohon pada Allah niscaya Allah akan mengirim malaikatnya untuk menhabisi mereka semua atau dengan cara yang lain agar mereka pergi dari situ.

mengapa ...?? jawabannya karena beliau ingin memberi contoh kepada umatnya agar selalu bertawakkal setelah usaha, dan berusaha dulu sebelum tawakkal. demikianlah cerita singkat Hijrah beliau yang memiliki makna yang sangat penting bagi kaum muslimin semoga kita bisa mengambil pelajaran berharga dari kisah beliau ini.

tulisan singkat ini saya tujukan kepada teman-teman yang sebentar lagi akan menghadapi ujian agar berusaha terlebih dahulu dengan belajar yang giat baru menyerahkan segala urusan kepada Allah dan berdoa kepadaNya yang maha berkehendak karena Allah lah yang akan memberikan keputusan itulah yang dinamakan TAWAKKAL.

ingat Usaha + menyerahkan Urusan selanjutnya kepada Allah = Tawakkal.

kenapa tidak......wong Burung saja menggabungkan antara keduanya sehingga dia mendapatkan makanan untuknya dan anak-anaknya, coba kalian lihat burung-burung yang pergi di pagi hari dalam keadaan lapar kemudian pulang pada sore hari dalam keadaan kenyang apakah sebelum pergi mereka yakin akan mendapatkan makanan tapi mereka tetap berusaha dengan terbang mencari makan tidak hanya berdiam diri serta menyerahkan urusannya kepada Allah sehingga mereka menjadi yakin kalau mereka PASTI BISA.....!!!.

semoga semua urusan kita dipermudah oleh Allah sehingga kita semua bisa lulus dengan nilai yang memuaskan......Amien Ya Rabb..............!!!!


Klik disini untuk melanjutkan »»

Jumat, 25 Desember 2009

Wasiat Agung Luqmanul Hakim Kepada Anaknya

. Jumat, 25 Desember 2009
0 komentar

Allah Subhana Wata'ala berfirman:
واِذ قال لقمان لابنه وهو يعظه " dan ingatlah ketika Lukman berkata kepada anaknya seraya menasehatinya..." (QS Luqman : 13).
ini adalah wasiat yang agung yang Allah ceritakan tentang Luqmanul Hakim. diantara nasehat Luqman adalah:
1) wahai anakku, janganlah engkau menyekutukan Allah (Syirik). sesungguhnya syirik itu adalah kedzaliman yang besar. (QS Luqman: 13).

hati-hatilah terhadap syirik kepada Allah dalam melaksanakan ibadah kepadaNya seperti meminta kepada orang yang telah mati, atau hal-hal ghaib,karena Rasulullah telah bersabda: " Doa itu adalah ibadah" (HR. Tirmidzi, Hadits Hasan Shahih).
dan ketika turun firman Allah:
الذين أّ منوا ولم يلبسوا اِيمانهم بظلم
" dan orang-orang yang beriman dan mereka tidak mencampur adukkan keimanan mereka dengan kedzaliman" (QS Al An'am: 87).
kaum muslimin pada saat itu menjadi bimbang dan ragu, merekapun berkata: " wahai Rasulullah siapa diantara kami yang tidak pernah mendzalimi dirinya sendiri....?" lalu Rasulullahpun menjawab: " bukan itu yang dimaksud, dzalim disini adalah syirik, apakah kalian tidak pernah mendengar nasehat Luqman kepada anaknya : wahai anakku janganlah engkau menyekutukan Allah (syirik). sesungguhnya syirik itu adalah kedzalin yang sangat besar" (HR. Bukhari dan Muslim).

2) dan akami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang tuanya : ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah dan menyapihnya selama dua tahun. bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepadaKulah tempat kembalimu. (QS. Luqman : 14)

begitu besarnya hak kedua orang tua sehingga Allah sering menggandengkan perintah untuk menyembah dan mengesakan-Nya dengan perintah untuk berbakti kepada kedua orang tua seperti pada ayat ini. berbakti kepada keduanya merupakan amalan yg sangat mulia hingga Rosulullah Sollallahu Alaihi wa Sallam menempatkannya lebih dulu dari pada jihad di jalan Allah, dalam sebuah hadist dijelaskan bahwa seorang pemuda datang kepada Nabi meminta izin untuk ikut berjihad, Nabipun bertanya kepadanya " apakah kedua orang tuamu masih hidup..?" pemuda itupun menjawab, ya maka Nabipun Bersabda " maka pada merekalah kamu berjihad " maksudnya adalah berbakti kepada keduanya......dan durhaka kepada keduanya merupakan dosa besar yang akan membinasakan seorang hamba kecuali ia bertobat kepada Allah dan meminta Maaf kpd kedua orang tuanya apabila mereka masih hidup. seorang ibu mengandung anaknya dengan susah payah, sedangkan seorang ayah mempunyai kewajiban mencari nafkah, maka hendaknyalah seorang anak berterimakasih kepada Allah kemdian kepada kedua orang tuanya.

3) dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu , maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik,dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudia hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerajakan..(QS. Luqman : 15)

Ibnu katsir berkata, " jika meraka berdua memaksamu untuk mengikuti agama mereka, maka janganlah kamu ikuti, dan hendaklah kamu tetap bergaul dengan mereka dengan cara yang ma'ruf didunia dan ikutilah jalan orang-orang mu'min. Nabi menguatkan hal ini dalam hadistnya : لا طا عة لأحد في معصية الله, ءانّما الطاعة في المعروف
" tidak ada ketaatan kepada seseorang dalam kemaksiatan kepada Allah, akan tetapi ketaatan itu adalah dalam hal yang ma'ruf..."

4) (Luqman berkata) : " hai anakku,sesungguhnya jika ada (suatu perbuatan) seberat biji sawi berada dalam sebuah batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasnya) sesungguhnya Allah maha halus lagi maha mengetahui ". (QS :Luqman:16)

Ibnu Katsir berkata : sesungguhnya kedzliman atau kesalahn walaupun seberat dzarrah Allah akan memperlihatkannya nanti di hari kiamat ketika diletakkannya timbangan keadilan dan Allah akan memberikan balasan (pada setiap manusia) jika (perbuatannya) baik maka akan dibalas dengan kebaikan dan jika perbuatannya jelek maka akan dibalas dengan kejelekan pula.

5) " wahai anakku dirikanlah Shalat " yaitu tunaikan rukun-rukunnya dan kewajiban-kewajibannya dengan khusyu'.

6) " dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar ". yaitu dengan lemah lembut dan menghindari kekerasan.

7) " bersabarlah terhadap apa yang menimpamu "
dia tahu bahwasanya orang yang beramal ma'ruf dan nahi mungkar akan mendapatkan celaan dan siksaan maka dari itu Allah memerintahkan agar sabar untuk menghadapinya. Rasulullah Alaihissholatu Wassalam bersabda : " seorang mukmin yang bergaul dengan manusia, kemudian mereka sabar terhadap celaan mereka lebih baik dari seorang mukmin yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak sabar terhadap celaan mereka ". (HR. Ahmad)

اِنّ ذالك من عزم الأمور

" sesungguhnya yang demikian itu termasuk termasuk hal-hal yang (diwajibkan) oleh Allah ". (QS : Luqman : 17). sabar dalam menghadapi celaan manusia merupakan perkara yang diwajibkan.

8) " dan janganlah kamu memalingkan wajahmu dari manuisa ". (QS : Luqman : 18). jangan kau palingkan wajahmu dari manusia ketika kamu berbicara dengan mereka, atau mereka sedang berbicara denganmu, karena hal itu menandakan peremehanmu terhadap mereka, dan rasa sombongmu terhadap mereka, akan tetapi hendaklah kamu berlemah lembut dan hadapkan wajahmu (ketika berbicara) kepada mereka. Nabi Alaihisholatu Wassalam bersabda : " senyummu di depan saudaramu adalah Shadaqah " (HR. Tirmidzi)

9) " dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan angkuh ". (QS : Luqman : 18) yaitu dengan membanggakan diri lalu meremehkan (menghina) orang lain.

10) " dan menunduklah kamu dalam berjalan " (QS : Luqman : 19) maksudnya berjalanlah kamu dengan sederhana (tidak sombong), tidak lambat dan tidak pula telalu cepat.

11) " dan rendahkanlah suaramu ". (QS : Luqman : 19) maksudnya jangan kamu berlebih-lebihan dalam berbicara dan jangan kamu tinggikan suaramu pada hal yang tidak bermanfaat oleh sebab itu Allah berfirman yang artinya " sesungguhnya seburuk-buruknya suara adalah suara keledai ". (QS ; Luqman : 19) Mujahid berkata : sesungguhnya seburuk-buruknya suara adalah suara keledai yaitu berlebih-lebihan dalam meninggikan suaranya sehingnga menyerupai suara keledai, dan Allah tidaklah menyukai hal ini, dan perumpamaan ini menandakan (pelarangan) meninggikan suara (melebihi batas) dan akan mendapatkan celaan yang sangat jelek karena Rasulullah bersabda : " bukan dari golongan kami orang yang melakukan kejelekan, dan orang yang menarik lagi pemberiannya bagaikan seekor anjing yang menelan kembali muntahannya ". (HR. Bukhari). dan beliau juga bersabda yang artinya : " jika kalian mendengar suara ayam berkokok, maka mohonlah (kebaikan) kepada Allah, karena ia sedang melihat malaikat,dan jika kalian mendengar ringkikan keledai maka mintalah perlindungan kepada Allah (daru gangguan Syetan) karena ia sedang melihat Syetan " (HR. Bukhari dan Muslim)

lihat tafsir Ibnu Katsir jilid 3, hal.: 446. . .!!






Klik disini untuk melanjutkan »»

Minggu, 08 November 2009

Bekal Perjalanan Panjang

. Minggu, 08 November 2009
0 komentar

Di dalam Bumi ini kita ibarat musafir yg sedang berteduh di bawah rerimbunan pohon dan suatu saat akan meninggalkan pohon itu, namun jalan yg kita lalui tak selamanya lurus kadang ada persimpangan yg sekilas tampak lebih indah oleh mata, sekilas tercium bau wangi dr arahnya, terdengar suara indah na merdu dr dalamnya sehingga membuat sebahagian kita ada yg melalui jalan itu, ada yg ragu dan ada pula yang tetap teguh dalam shirotol mustaqiem...jalan yang menuju ke syurga........

mengapa demikian...??? mengapa begitu berat menuju syurga Allah....padahal kita semua ingin masuk ke dalam syurgaNya......???

jawabanya adalah sabda Rosulullah Shollallahu 'Alaihi Wasallam yg artinya :

" Syurga telah disamarkan dg sesuatu yang dibenci sedangkan neraka telah disamarkan dg syahwat (yg disenangi oleh manusia).."

Dalam sebuah hadist dijelaskan ketika Allah menciptakan Syurga kemudian Allah perlihatkan kpd Jibriel, kemudian Jibrielpun berkomentar bahwa semua hamba Allah pasti mau memasukinya namun, setelah Allah samarkan dg sesuatu yg dibenci jibrielpun berkata " aku tidak yakin HambaMu mau memasukinya....." ya itulah kenyataannya kita kadang mengeluh dg sebagian hukum Allah yang katanya " itu gak boleh ini gak boleh.." padahal didalamnya terdapat hikmah yg begitu Agung sebagian ada yg kita tahu hikmahnya dan sebagian hanya Allah yg tahu. ya....inilah jalan yg harus kita tempuh jalan yg penuh dg semak belukar, duri dan binatang buas yg siap menerkam kita sehingga kita harus benar-benar siap untuk melewatinya dan tentunya dg bekal yg memadai....

kita ambil contoh simple saja jika seseorang ingin ke puncak gunung yg belum pernah ia daki sebelumnya, sedangkan gunung itu selalu bekabut dan ia tak tau jalannya sama sekali.. maka bekal apa saja yg dia butuhkan......??? pastinya dia butuh sebuah peta yg menerangkan rute perjalanannya, nah..!! jadikanlah petamu Al Qu'an dan Assunnah untuk menuju Syurga Allah agar kau tak tersesat. Rasulullah Saw bersabda :

" aku telah tinggalkan pada kalian dua perkara (Al Qur'an dan Assunnah) yg apabila kalian berpegang teguh kepada keduanya maka kalian tidak akan tersesat untuk selamanya".

apakah peta saja cukup....??

tentu saja tidak... ia juga butuh penjelasan dr seseorang yg sudah naik-turun gunung itu berkali-kali dg selamat, menjelaskan untuknya apa-apa yg masi rancu atau yg belum ia mengerti dr peta itu. nah..!!! jadikanlah posisi ini untuk para Sahabat Nabi orang-orang yg dipilih Allah untuk menjadi sahabatnya, orang-orang yg langsung dididik oleh Nabi, orang-orang yg langsung dipuji oleh Allah sebagai khoiru Al Ummah (sebaik-baiknya umat), kemudian setelah mereka adalah para Tabi'in dan org-org yang mengikuti jejak mereka dr Salafu As Sholih (orang-orang soleh)....mereka itulah orang-orang yg mendapatkan gelar khoiru Al Quruun (generasi terbaik). wallahu a'lam.

apakah itu sudah cukup......???

tentu saja tidak...ia juga harus berbekal makanan dan minuman secukupnya untuk mengembalikan staminanya yg terkuras.....nah....!!! kita jadikan Taqwa yg mengambil posisi ini karena taqwa adalah bekal terbaik...sebagaimana firman Allah di surat Al Baqoroh Ayat 197 ﭽ ﭩyg artinya :

" berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baiknya bekal adalah taqwa…dan bertaqwalah kepadaku hai orang-orng yg berakal……"

karena dengan taqwa kita bisa membentengi diri kita dari hawa nafsu ataupun bisikan setan, dan dg taqwa kita bisa menerangi jalan menuju syurga yang samar itu, lagi pula Allah telah menjanjikan Syurga bg hamba-hambanya yg bertaqwa Allah berfirman dalam surat An Naba' ayat 31-32 yg artinya :

" Sesungguhnya orang-orang yg bertaqwa mendapat kemenangan, 32. (yaitu) kebun-kebun dan buah Anggur,…………."

Dan Allah Berfirman dlm surat Adz Dzariyaat ayat 15-19 yg artinya :


" 15. Sesungguhnya orang-orang bertaqwa berada di dalam taman-taman (syurga) dan di mata air- mata air, 16. Sambil mengambil (mendapatkan) apa-apa yg diberikan kpd mereka oleh Tuhan mereka, sesungguhnya sebelum itu mereka di Dunia adalah orang-orang yg berbuat baik. 17. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. 18. Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kpd Allah). 19. Dan di dlm harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yg meminta dan orang miskin yg tdk mendapat bagian (tidak meminta)."

Dan Allah berfirman dlm surat Ath Thur ayat 17-19 yg artinya :

" 17. Sesungguhnya orang-orang yg beraqwa berada dalam syurga dan kenikmatan, 18. Mereka bersuka ria dg apa yg diberikan kpd mereka oleh Tuhan mereka dan Tuhan mereka memelihara mereka dr adzab Neraka, 19. (dikatakan kpd mereka) makan dan minumlah dengan enak sebagai balasan dr apa yg telah kamu kerjakan….".

Apakah itu saja sudah cukup………??

Tentu saja tidak…ia juga butuh seorang teman dalam perjalanannya yang akan membantunya apa bila ia tergelincir dan hendak jatuh kedalam jurang, yg kan membantunya apa bila ada binatang buas yg hendak memangsanya atau sekedar teman ngobrol pada waktu-waktu istirahat…….nah…!! posisi ini paling tepat diberikan kepada sahabat yg sholih sekaligus mushlih, artinya dia baik dan juga bisa memperbaiki orang lain yaitu dengan menasehatinya ketika ia hendak keluar dr batasan-batasan Allah, menghiburnya ketika sedih dan sebagainya. karena seseorang cenderung mengikuti atau terpengaruh oleh ahlak temannya seperti kata seseorang :

" sesungguhnya teman itu adalah org yg akan menarikmu (bisa jd ke sesuatu yg baik bisa jd kesesuatu yg buruk) "

maka hati-hatilah dalam memilih teman…!! Rosulullah Sollallahu Alaihi wa Sallam dalam hadistnya menjelaskan dengan permisalan 2 tipe teman yaitu teman yang baik seperti penjual minyak wangi dimana kita bisa mendapatkan minyak wangi darinya atau paling tidak kita akan selalu mencium bau wangi bila berada di dekatnya, adapun teman yg buruk seperti seorang pandai besi dimana kita bisa kecipratan api (terbakar) bila berada di dekatnya atau paling tidak kita akan mencium polusi dari asap yg berasal darinya.

Apakah itu saja sudah cukup….??

Ya…..semoga ini sudah cukup wallahu a'lam…….dan semoga bermamfaat……
Jangan lupa doanya ya….!!!!


Klik disini untuk melanjutkan »»

Sabtu, 04 April 2009

Wasiat penting Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam

. Sabtu, 04 April 2009
0 komentar

Dari ibnu Abbas semoga Allah meridhoinya berkata, " suatu hari saya duduk (membonceng) di belakang Nabi SAW, kemudian ia berkata kepadaku: wahai ghulam (anak kecil) sku skan mengajarkanmu beberapa kalimat :
1). احفظ الله يحفظك
" jagalah (hak-hak), niscaya Dia akan menjagamu ".
maksudnya kerjakan apa yang diperintahkan Allah dan jauhilah apa yang dilarangNya,niscaya Dia akan menjagamu dunia dan akhirat.

2). (احفظ الله تجده تجاهك (أمامك
" jagalah (hukum-hukum) Allah niscaya engkau akan mendapatkannya berada di depanmu".
(yaitu) jagalah hukum-hukum Allah dan hak-hakNya, niscaya Allah akan menolongmu.

3). اذا سألت فاسأل الله و اذا استعنت فاستعن بالله
" jika kamu meminta, maka mintalah kepada Allah dan jika kamu meminta pertolongan maka mintalah pertolongan padaNya ".
jika kamu meminta pertolongan (untuk menyelesaikan urusan dunia dan akhirat) maka mintalah kepada Allah yang mampu menyelesaikan seperti menyembuhkan penyakit dan memeberi rizki. itu semua hanya Allah saja yang mampu melakukannya.

4). ,واعلم أنّ الأمة لو اجتمعت على أن ينفعوك بشيء لم ينفعوك الا بشيء قد كتبه الله لك
وان اجتمع على أن يضرّوك بشيء لن يضرّوك الا بشيء قد كتبه الله عليك
" ketahilah seandainya manusia berkumpul untuk memberikan mamfa'at kepadamu, mereka tidak akan mampu memberikan mamfaat kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tuliskan kepadamu dan seandainya mereka berkumpul untuk mencelakakanmu, mereka tidak akan mampu mencelakakanmua kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan bagimu ". (yaitu) beriman kepada takdir yang telah Allah tuliskan bagi manusia baik dan buruknya.

5). رفعت الأقلام و جفّت الصحف
" pena telah diangkat dan catatan telah kering "(HR. Tirmidzi).
bertawakallah kepada Allah tampa mengabaikan adanya sebab, sebagaimana sabda Rasulullah SAW kepada pemilik onta : " ikatlah ia dan bertawakallah !!!" (HR. Tirmidzi).

6). تعرّف الى الله في الرخاء يعرفك في الشدة
" kenalilah (ingatlah) kepada Allah di waktu senang (longgar) niscaya Allah akan mengingatmu di waktu kamu susah ".
laksanakanlah hak-hak Allah dan manusia pada waktu sempit maka Ia akan membantumu dalam keadaan susah.

7). واعلم أنّ ما أخطأك لم يكن ليصيبك, وما أصابك لم يكن ليخطئك
" dan ketahuilah bahwa sesuatu yang tidak ditetapkan bagimu tidak akan mencelakakanmu dan apa-apan yang akan menimpamu tidak akan meleset darimu ".
jika Allah menahan atau melarang sesuatu maka ia tidak akan sampai kepadamu, dan jika Allah memberikan sesuatu kepadamu maka tidak seorangpun yang mampu menghalanginya.

8). واعلم أنّ النصر مع الصبر
" dan ketahuilah bahwa pertolongan itu bersama dengan kesabaran ".
pertolongan terhadap musuh, jiwa dan sebagainya akan datang jika ada atau didasari dengan kesabaran.

9). وأنّ الفرج مع الكرب
" dan sesungguhnya jalan keluar itu ada bersama dengan kesulitan ".
bahwasanya kesulitan yang menimpa seorang mukmin akan ada jalan keluarnya.

10). و أنّ مع العسر يسرا
" dan sesungguhnya bersama dengan kesusahan ada kemudahan ".
dan sesungguhnya kesulitan yang dialami oleh seorang muslim akan datang setelahnya kemudahan.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Minggu, 22 Maret 2009

begitu pedulinya islam terhadap wanita

. Minggu, 22 Maret 2009
0 komentar

para wanita diciptakan tak lain dan tak bukan melainkan sebagai pasangan bagi kaum pria, yang dimana keduanya-duanya saling melengkapi satu dengan yang lainnya juga saling mencintai, karena itulah fitrah yang Allah tetapkan bagi mereka. tampa wanita bahtera nabi nuh tak akan sempurna dan tampa wanita hidup pastilah hampa.
wanita identik dengan sifat lemah lembutnya namun, di balik kelemahan dan kelembutan mereka tersimpan kekuatan yang bisa menundukkan laki-laki walau dia adalah seorang panglima perang atau gladiator atau bahkan seorang raja sekalipun. sudah banyak sejarah yang menceritakan kehancuran sebuah kerajaan besar hanya dikarenakan seorang wanita dan seorang penguasa yang tunduk dibawah kaki seorang wanita.

pada zaman jahiliyah dulu para wanita benar-benar berada dalam masa yang sangat sulit, bagai mana tidak namanya saja masa jahiliyah dimana kebodohan dan penindasan merajalela sehingga hampir tidak ada perbedaan antara hewan dan manusia waktu itu. wanita di anggap sesuatu yang tidak berharga, mereka hanya dijadikan pemuas nafsu belaka parahnya lagi mereka dianggap sebagai pembawa 'aib itu terbukti tatkala salah seorang dari mereka dikabari bahwa istinya melahirkan anak perempuan maka seketika wajahnya memerah karena malu dan ia pun tak segan-segan mengubur anak perempuan itu hidup-hidup.
bukan hanya itu pada masa itu juga seorang anak laki-laki berhak menikahi istri-istri dari ayahnya, sebagaimana yang kita ketahui orang-orang pada masa itu sangat jarang memiliki istri satu rata-rata berpoligami bahkan ada yang sampai sepuluh istri contohnya saja seorang sahabat yang baru masuk islam memiliki istri sepuluh Nabi pun memerintahkannya untuk mentalak sebagian dan menyisakan empat saja.

namun tatkala Islam datang Rahmatun lil'alamin kemuliaan pun datang tidak hanya kepada kaum pria saja tapi juga kaum wanita bahkan makhluk hidup lainnya. namanya juga Rahmatun lil'alami ya... pastinya secara menyeluruh ( Universal) hhehehe. maka kaum wanitapun merdeka dari penindasan. Allah melarang apa-apa yang menyebabkan terinjak-injaknya harga diri seorang wanita contohnya saja ;

  1. Allah melarang membunuh bayi perempuan begitu juga jiwa-jiwa yang tak berdosa secara umum dan Allah siapkan bagi pelakunya Adzab yang sangat pedih.
  2. Allah melarang seorang anak laki-laki menikahi mantan istri ayah mereka begitu juga menikahi dua wanita yang bersaudara ditakutkan adanya rasa saling cemburu di antara mereka yang menyebabkan adanya permusuhan dan pecah belah di antara mereka allah berfirman dalam surah An Nisa ayat 23 yang artinya : " telah diharamkan atas kalian ibu-ibu kandung kalian, putri-putri kalian, saudari-saudari kandung kalian, saudari-saudari ayah kalian, saudari-saudari ibu kalian, dan putri-putri saudara dan saudari kalian dan wanita-wanita yang menyusui kalian ( ibu dari susuan) dan saudari-saudari kalian sepersusuan, ibu dari istri-istri kalian, dan putri-putri dari istri-istri kalian ( yang bukan anak kalian) yang kalian telah tiduri ibunya (baca: istri yang memiliki putri tsb.) adapu klau kalian belum tidur bersama ibunya maka boleh-boleh saja, dan istri anak laki-laki kandung kalian dan menggabungkan( menikahi) dua wanita yang bersaudara kecuali yang telah-telah lalu(masa jahiliyah)".
  3. Allah juga memerintahkan untuk tidak berhubungan intim dengan istri yang sedang dalam keadan haidh sebagaimana sabda Rasulullah Sallallahu 'Alaihi wa Sallam tatkala beliau ditanya tentang masalah ini " lakukanlah sesuka kamu selain nikah ( maaf; memasukkan kemaluanmu kedalam kemaluan istrimu)". itupun tanpa mengasingkan mereka sebagaimana yang dilakukan orang-orang kafir yang mengasingkan istri-istri yang sedang haidh di kamar khusus dan melarang mereka keluar dari kamar tersebut.
dan salah satu contoh bentuk kepedulian Allah tehadap kaum wanita yaitu Allah melarang mereka melakukan perjalanan jauh kecuali dengan mahram mereka serta melarang mereka berkhalwat dengan laki-laki lain kecuali ditemani oleh mahramnya. bahkan Allah melarang mereka keluar rumah sambil menebar pesona contohnya; memakai pakaian yang tidak menutupi auratnya, memakai wangi-wangian, dandan dan sebagainya lihat surat An Nur ayat 31. dan allah tidak mewajibkan kepada mereka shalat berjama'ah di masjid dan menjadikan rumah mereka tempat beribadah yang afdhol bagi mereka.

tentunya semua larangan itu semata-mata bukan untuk mengekang wanita atau Allah tidak peduli terhadap mereka justru sebaliknya karena Allah peduli kepada mereka sehingga Allah membuat batasan-batasan itu karena Allah maha mengetahi dan hukum Allah adalah yang terbaik. coba kita bayangkan jika hal-hal di atas di bolehkan pastinya kejahatan dengan modus pemerkosaan akan meraja lele eh salah meraja lela karena wanita itu sendiri yang menebar pesona, berkhalwat tampa mahramnya dan menjadikan dirinya sebagai mangsa empuk laki-laki yang lemah imannya...begini saja kita ambil contoh kenapa orang tua melarang anaknya untuk pergi ke discoteek atau bar dan melarangnya untuk menyentuh minuman keras tidak lain dan tidak bukan karena si orang tua tadi sayang sama anaknya dan mereka tidak mau sesuatu yang buruk terjadi terhadap anaknya. so..! sudah taukah kamu wahai saudariku seberapa besar kepedulian Allah terhadap dirimu...?!!

Klik disini untuk melanjutkan »»
 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com | Power by blogtemplate4u.com