Tampilkan postingan dengan label AL KISAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AL KISAH. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 November 2011

Mengambil Pelajaran Dari Kisah Nabi Ibrohim

. Senin, 07 November 2011
0 komentar

Jika kemarin pada hari ‘Arafah kita selalu teringat wasiat-wasiat terakhir Nabi shollallahu ‘Alaihi wassalam pada hari

yg sama di hajjinya yang terakhir, nasehat yang begitu indah dan sangat padat mencangkup semua ajaran islam yg merupakan rohmatun lil’alamin, pada hari itu juga turunlah ayat Allah yang begitu mulia yang termasuk ayat yang terakhir turun kepada Rosulullah

" اليوم يئس الذين كفروا عن دينكم فلا تخشوهم و اخشون, اليوم أكملت لكم دينكم و أتممت عليكم نعمتي و رضيت لكم الإسلام دينا "

“ pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.“ QS. Al Maidah, Ayat : 3.

Dan sekarang di tgl 10 dzul hijjah disaat semua orang sedang menunaikan sholat ‘Iedul Adha kita teringat dengan sejarah yang ditulis oleh para sejarawan dengan tinta emas, yang diabadikan oleh Allah dalam Al Qur’anNya yang akan dibaca hingga hari kiamat kelak, sudah seharusnya kita mengambil ibrah, contoh dan pelajaran dari kisah itu untuk menguatkan iman kita sebagai seorang mukmin kepada Allah Subhana Wata’ala.

# Kisah ayah kita Ibrahim, ketika beliau menghancurkan patung-patung orang kafir waktu itu sehingga membuat mereka marah dan berkata “ bunuhlah dia dan tolonglah tuhan-tuhan kalian” merekapun hendak membakar Ibrohim, sedangkan Ibrohim tidak memiliki daya apa-apa kecuali menyerahkan segala urusannya kepada pemilik Alam semesta seraya berkata : " حسبي الله و نعم الوكيل " - ia yakin kepada Allah bahwa Allahlah yg maha sanggup atas sesuatu, kehendak Alah diatas segalanya maka Allahpun menolongnya dengan menjadikan api itu dingin dan tidak berdampak buruk pada ibrohim Allah berfirman :

" يا نار كوني بردا و سلاما على إبراهيم "

– Hai api menjadi dinginlah, dan menjadi keselamatanlah bagi Ibrahim – QS. Al Anbiya’, Ayat : 69.

Seandainya Allah hanya berkata “ wahai api menjadi dinginlah “ mungkin nabi Ibrohim akan mati beku dalam api itu, namun Allah berkehendak lain, Allah ingin menjadikan kejadian itu sebagai tanda kekuasaanNya dengan menyelamatkan Ibrohim dan menunjukkan bahwa tipu daya mereka sangatlah lemah.

# Siti Hajar Alaihassalam, ketika Nabi Ibrohim meninggalkannya dan anaknya Ismail Alaihissalam yang masih menyusui waktu itu di sebuah lembah yang kering dan tak berpenghuni yang dia sendiri tidak tahu apa alasan Nabi Ibrohim meninggalkan mereka berdua disana, iapun bertanya kepada Nabi Ibrohim : “ kepada siapa kamu titipkan kami disini ?” namun Nabi ibrohim ‘Alaihissalam tidak menjawab, sampai tiga kali siti Hajar menanyakan pertanyaan itu tapi Ibrohim tetap saja tidak menjawab, iapun menarik jubah Nabi Ibrohim dan berkata : “ apakah Allah yang menyuruhmu untuk ini ?!!” Nabi Ibrohimpun menganggukkan kepalanya, “ kalau begitu Allah tidak akan meninggalkan kita (tidak akan menyia-nyiakan kita)!!” lanjut siti Hajar degan yakinnya. Maha suci Allah yang telah memberikan siti Hajar keyakinan yang begitu kuat terhadap Allah, Dzat yang menciptakan semua apa yang di langit dan dibumi, yang membuatnya ridho dengan ketentuan Allah tanpa mengeluh sedikitpun.

Setelah meninggalkan mereka berdua disana dan hendak pulang Nabi ibrohimpun mengangkat tangannya dan berdoa kepada Allah sebagaimana yang diceritakan dalam Al Qur’an surat Ibrohim, Ayat : 37 yang artinya : “ Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur “.

Sungguh Nabi Ibrohim mempunyai keyakinan yang sama dengan apa yang diyakini istrinya sehingga beliau berani meninggalkan mereka berdua disana, karena ia tahu bahwa ini bukanlah perintah sembarangan tapi perintah Tuhan semesta Alam yang maha pengasih lagi maha penyayang terhadap hamba-hambanya.


Allah lalu mengabulkan doa Nabi Ibrohim sehingga tempat itu didatangi oleh manusia yang kemudian tinggal dan menetap disana serta menjadikan tempat itu selalu dikunjungi manusia tiap tahunnya dari berbagai penjuru dunia untuk melaksanakan haji dan menjadikannya makmur sampai sekarang.

Setelah ditinggal Nabi Ibrohim, bekal yang hanya cukup untuk beberapa hari itupun habis, air susu menjadi kering dan Nabi ismail tidak berhenti menangis kelaparan dan kehausan, status siti Hajar yang sebagai istri seorang Nabi tidak membuatnya diam begitu saja menunggu makanan dan minuman turun dari langit , akan tetapi ia merusaha mencari, bolak-balik dari bukit Shofa dan Marwa sampai tujuh kali barulah ia mendapatkan mata air yang mengalir di bawah kaki Nabi Ismail yang tidak aka pernah berhenti mengalir sampai hari kiamat kelak itulah air Zamzam.

# tak sampai disana ujian untuk keluarga ini, setelah lama menunggu seorang buah hati Nabi Ibrohim dikaruniai seorang anak laki-laki yaitu ismail ketika ia sudah lanjut usia, baru saja anak itu lahir dia harus meninggalkannya disebuah lembah yang kering dan tak berpenghuni bersama ibunya, setelah ia tumbuh besar kembali ia harus berpisah dengan buah hatinya itu kali ini mungkin untuk yang terakhir kalinya, ia bermimpi menyembelih anaknya, sebagaimana yang kita tahu bahwa mimpi para Nabi adalah wahyu. Sungguh ini sangat berat bagi Nabi Ibrohim, bagaimana mungkin seorang ayah menyembelih anaknya apalagi anak itu lahir ketika ia sudah lanjut usia, walaupun anak itu adalah seorang yang gila atau bahkan cacat sekalipun seorang ayah tidak akan tega membunuhnya.

Namun dengan keyakinan yang kuat dan ridho terhadap ketentuan Allah maka iapun melaksanakan perintah itu dengan ikhlas, namun sebelumnya ia tidak mau mendapatkan pahala sendiri ia mau berbagi pahala dengan anaknya Ismail, iapun menanyakan pendapat Ismail tentang hal itu, dengan tegasnya Ismail menjawab pertanyaan ayahnya :

“ wahai ayah lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu, kamu akan mendapatiku insya Allah termasuk orang-orang yang bersabar..”

sungguh sama sekali ia tidak menyombongkan diri dan berkata : wahai ayah lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu, kamu akan mendapati aku kuat atau kebal “ sama sekali tidak tapi ia mendahulukan kehendak Allah diatas segalanya dengan mengucapkan “insya Allah” karena sungguh tidak ada daya dan upaya kecuali dari Allah.Ketika pedang sudah di leher Ismail Allahpun menggantinya dengan hewan Qurban yang besar sungguh Allah maha pemurah lagi maha bijaksana.


Allahu Akbar….Allahu Akbar…Allahu Akbar…Laailaha Illallah Wallahu Akbar…Allahu Akbar Walillahilhamd…..

Itulah cerita yang erat hubungannya dengan hari raya ‘Iedul Adha cerita yang selalu menggetarkan hati orang-orang yang beriman bagaimana tidak, jika dibandingkan dengan mereka sungguh keimanan dan keyakinan kita tidak ada apa-apanya, dan hendaknya kita sebagai seorang muslim bisa mengambil pelajaran dari kisah diatas bagaimana beliau dan keluarganya memiliki iman dan keyakinan begitu kuat kepada Allah dan selalu ridho serta sabar terhadap apa yang telah ditentukan oleh Allah. Semoga bermanfaat.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Senin, 28 Desember 2009

Cuma Tawakkal.......??!!!

. Senin, 28 Desember 2009
1 komentar

pernah gak sich muncul pertanyaan dalam benak kita...kenapa pada waktu Hijrah Rasulullah Alaihissholatu Wassalam tidak memakai Buraq padahal lebih cepat, praktis dan aman dari gangguan para kafir Quraisy yang hendak membunuhnya, seperti yang beliau lakukan pada hari Isra' dan Mi'raj, kan mudah saja bagi Allah untuk mengirimkan Buraq kepadanya karena beliau adalah seorang Nabi dan Rasul ??!!! hehehe pengen tahu jawabannya ya.....!! yups begini jawabannya :

kita lihat kedudukan Nabi ketika dia hidup, kedudukan beliau adalah sebagai sumber Syariat islam atau lebih tepatnya penyalur Syariat Allah di muka bumi ini, yang menjadi suri tauladan yang mulia bagi seluruh Ummat Islam di Dunia dengan begitu, semua yang bersumber dari beliau baik itu perbuatan, perkataan, dan diamnya beliau terhadap sebuah permasalahan akan menjadi Syariat Islam karena itu dimakan dengan Sunnah beliau.

maka oleh sebab itulah beliau tidak memakai Buraq dan lebih memilih berjalan kaki untuk menempuh jarak yang sangat jauh itu (Makkah-Madinah) agar umatnya bisa meniru apa yang beliau lakukan dan bukan hanya sebatas dikejadian ini saia tapi disemua kegiatan beliau. andai saja beliau memakai mukjizat disetiap kegiatan beliau maka mungkin para sahabat pada waktu itu serta kita juga pada masa sekarang akan beralasan jika ditanya mengapa kamu tidak melakukan sunnah Nabi? " loh beliau kan Nabi punya Mukjizat cukup Angkat Tangan dan memohon sekali saja langsung dikabulkan sedangkan kita hanya manusia biasa tidak bisa melakukan hal itu semua.......!!!" namun yang perlu kita garis bawahi dalam kisah Hijrah ini sebenarnya adalah usaha beliau untuk Hijrah itu sendiri.

tidak kah kalian tahu kalau Rasulullah Shollallahu Alaihi Wasallam telah merancang sebuah rencana yang begitu sempurna untuk Hijrah agar para Musyrikin Quraisy tidak menemukan beliau ?! inilah rencana dan usaha beliau untuk Hijrah :

1. beliau pergi ke rumah Abu Bakar di siang bolong ketika orang-orang sedang istirahat dengan keadaan kepala dan wajah tertutup kain.
2. beliau masuk lewat pintu belakang rumah Abu Bakar dengan mengendap-endap serta bertanya kepada Abu Bakar apakah ada orang di rumah selain dia.
3. memrintahkan Ali bin Abi Thalib untuk tidur ditempat tidurnya, agar para Musyrikin menyangka kalau beliau ada dirumah dan sedang tidur.
4. beliau menyewa seorang Guide untuk menunjuki jalan mereka (Nabi dan Abu Bkar) menuju Madinah karena mereka akan melalui jalan lain yang belum pernah dilewati orang (bukan jalan yang biasanya).
5. mereka bersembunyi tiga hari di dalam gua Hira. kenapa tiga hari ? karena beliau tahu dihari pertama para musyrikin baru menyadari kalau beliau telah pergi hijrah dan mulai mencari, sedangkan dihari ke dua semangat mereka sedang tinggi-tinginya untuk menemukan beliau sehingga dimanapun mereka akan periksa untuk menemukannya sehingga akan sangat bahaya jika masih berkeliaran pada hari itu, adapun hari ketiga mereka sudah mulai putus asa karena belum juga mendapati beliau dan akhirnya di hari ke empat mereka menghentikan pencarian dan hari inilah saat yang tepat untuk melanjutkan perjalanan.

Subhanallah.....!!! benar-benar rencana yang sungguh luar biasa bukan....?! inilah contoh dari Nabi agar kita selalu berusha untuk mendapatkan apapun yang kita mau. tapi apakah usaha saja cukup ???! mari kita simak kelanjutan dari kisah Hijrah beliau!.
walaupun rencana begitu sempurna namun masih ada saja halangan dan cobaan, tahukah kalian kalau orang-orang musyrikin sudah benar-benar berada di depan mulut gua Hira itu sampai-sampai dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Abu Bakar berkata pada Nabi kalau dia telah melihat kepala salah satu dari mereka yang sedang melihat ke arah mereka berdua, coba kalian bayangkan perasaan kalian jika kalian yang berada di dalam gua itu..resah, takut, gelisah, deg-degan, semua bercampur jadi satu seperti itulah yang dirasakan oleh Abu Bakar sehingga dia sering mengeluh kepada Nabi " ya Rasulullah mereka telah melihat kita..!!!" namun apa kata beliau " waha Abu Bakar tenanglah sesungguhnya Allah bersama kita..!!" ya..beliau menyerahkan segala urusannya kepada Allah karena Allah lah yang maha berkehendak.

mengapa demikian...??? padahal mudah saja bagi beliau untuk mengusir para Musyrikin dari depan gua itu yaitu dengan memohon pada Allah niscaya Allah akan mengirim malaikatnya untuk menhabisi mereka semua atau dengan cara yang lain agar mereka pergi dari situ.

mengapa ...?? jawabannya karena beliau ingin memberi contoh kepada umatnya agar selalu bertawakkal setelah usaha, dan berusaha dulu sebelum tawakkal. demikianlah cerita singkat Hijrah beliau yang memiliki makna yang sangat penting bagi kaum muslimin semoga kita bisa mengambil pelajaran berharga dari kisah beliau ini.

tulisan singkat ini saya tujukan kepada teman-teman yang sebentar lagi akan menghadapi ujian agar berusaha terlebih dahulu dengan belajar yang giat baru menyerahkan segala urusan kepada Allah dan berdoa kepadaNya yang maha berkehendak karena Allah lah yang akan memberikan keputusan itulah yang dinamakan TAWAKKAL.

ingat Usaha + menyerahkan Urusan selanjutnya kepada Allah = Tawakkal.

kenapa tidak......wong Burung saja menggabungkan antara keduanya sehingga dia mendapatkan makanan untuknya dan anak-anaknya, coba kalian lihat burung-burung yang pergi di pagi hari dalam keadaan lapar kemudian pulang pada sore hari dalam keadaan kenyang apakah sebelum pergi mereka yakin akan mendapatkan makanan tapi mereka tetap berusaha dengan terbang mencari makan tidak hanya berdiam diri serta menyerahkan urusannya kepada Allah sehingga mereka menjadi yakin kalau mereka PASTI BISA.....!!!.

semoga semua urusan kita dipermudah oleh Allah sehingga kita semua bisa lulus dengan nilai yang memuaskan......Amien Ya Rabb..............!!!!


Klik disini untuk melanjutkan »»

Minggu, 05 April 2009

. Minggu, 05 April 2009
0 komentar

Dari Muawiyah bin Hakam As Sulamy semoda Allah meridhoinya berkata: " Saya mempunyai seorang budak yang pekerjaannya mengembala kambing milikku di sebelah bukit Uhud dan Jawaniyah. suatu ketika aku datang untuk melihatnya, ternyata ada seekor srigala yang telah memangsa kambingnya, sedangkan saya adalah manusia keturunan Adam, saya mempunyai rasa kecewa dan sedih sebagaimana mereka juga mempunyainya, akan tetapi saya telah menamparnya satu kali tamparan. kemudian saya mengadu kepada Rasulullah SAW, lalu Rasul menganggap besar persoalanku. kemudian aku berkata:" wahai Rasulullah..!! apakah aku harus membebaskannya..? Rasul menjawab: bawa budak itu kemari!, lalu Rasul berkata kepadanya: Dimana Allah ? ia menjawa: di langit!, Rasul bertanya lagi Siapa saya? ia menjawab: Engkau Rasul Allah!, lalu Rasulullah berakata (kepada Muawiyah)," bebaskan ia, sesungguhnya ia seorang yang beriman." (HR. Muslim dan Abu Daud).

Beberapa Faedah yang bisa dipetik dari kisah di atas...

1). para sahabat meskipun mempunyai masalah-masalah yang sepele, mereka menanyakannya langsung kepada Rasulullah SAW untuk mengetahi hukum-hukum Allah yang terdapat di dalamnya.
2). berhukum dengan undang-undang Allah dan RasulNya merupakan realisasi dari firman Allah dalam surat An Nisa ayat 56.
فلا وربّك لا يؤمنون حتّى يحكّموك فيما شجر بينهم ثمّ لا يجدوا في انفسهم حرجا ممّا قضيت و يسلّموا تسليما
" Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap keputusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya ".
3). Rasul tidak membenarkan tindakan sahabatnya yang memukul budaknya, dan beliau menganggap besar pesoalan tersebut.
4). pembebasan (budak) terjadi untuk orang mukmin bukan orang kafir karena Rasulullah telah menguji budak tersebut, dan ketika Rasul mengetahui akan keimanannya, belia memerintahkan untuk membebaskannya. seandainya budak itu kafir niscaya Rasulullah tidak akan memerintahkan untuk membebaskannya.
5). disyariatkan bertanya "dimana Allah" karena hal itu termasuk sunnah sebagaimana yang telah yang telah ditanyakan oleh Rasulullah.

6). disyariatkan menjawab bahwa Allah berada di atas langit sebagaimana pengakuan Rasul atas jawaban budak tersebut, sebagaiman juga jawaban tersebut sesuai dengan Al Qur'an, seperti firman Allah dalam surat Al Mulk: 16.
ءأمنتم من في السماء أن يخسف بكم الأرض فاذا هي تمور
" apakah kamu merasa aman terhadap (Allah) yang di atas langit bahwa Dia akan menjungkir bakikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?".
Ibnu Abbas berkata Dia adalah Allah (lihat tafsir Ibnu Jauzy). dan arti di (dalam) adalah di atas langit.
7). berkeyakinan bahwa Allah berada di atas langit menandakan akan kebenaran iman seseorang dan hal itu merupakan perkara yang wajib bagi seorang mukmin.
8). benarnya iman seseorang terjadi karena adanya persaksian terhadap Nabi Muhammad dan risalahnya.
9). penolakan dan bantahan terhadap orang-orang yang mengatakan bahwa Dzat Allah berada di setiap tempat, akan tetapi Allah besama kita dengan ilmuNya bukan dzatNya.
10). permintaan Rasulullah kepada Muawiyah untuk menguji budaknya merupakan tanda bahwa Rasulullah tidak mengetahui yang ghaib yaitu imannya budak tersebut, hal itu merupakan penolakan terhadap orang-orang bodoh yang mengatakan bahwa dirinya mengetahi perkara-perkara yang ghaib. oleh sebab itu, Allah memerintahkan RasulNya agar mengatakan suatu perkataan kepada manusia sebagaimana yang terdapat dalam surat Al A'raf ayat 188.
قل لا أملك على نفس نفعا ولا ضرّا الّا ما شاء الله ولو كنت أعلم الغيب لااستكثرت من الخير وما مسّني السوء ان أنا الا نذير و بشير لقوم يؤمنون
" katakanlah wahai Muhammad: aku tidak berkuasa menarik kemamfa'atan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. dan sekiranya aku mengetahi yang ghaib, tentulah aku berbuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan di timpa kemudharatan. namun tidak lain aku hanyalah pemberi peringatan, dan pembawaberita gembira bagi orang-orang yang beriman".

Klik disini untuk melanjutkan »»
 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com | Power by blogtemplate4u.com